Pertama kali nonton anime Naruto di TV, terus terang saja aku tidak suka, Naruto itu nakal. Namun setelah beberapa kali nonton, anaknya baik juga, dia lemah, tapi ingin jadi kuat, dia bodoh dan kikuk, dan suka sok keren.
Dia bukan orang yang hebat dan diidolakan. Dia hanya anak kecil yang bukan siapa-siapa, yang bahkan dijauhi. Tapi Naruto berusaha supaya orang-orang disekelilingnya ‘memandangnya’, mengakui keberadaannya.
Saat itu aku berpikir, aku juga… aku juga bukan siapa-siapa. Aku juga ingin menjadi orang yang hebat.
Setelah itu aku jadi penasaran, apa yang akan kamu lakukan Naruto? Sama seperti aku bertanya pada diri sendiri, apa yang akan kulakukan?
Cerita Naruto menjadi dekat di hati karena memiliki perasaan yang sama denganku, aku ingin maju. Dan yang menyenangkan adalah dia sama bodohnya denganku, yang membuatku merasa memiliki teman seperjuangan.
Cerita Naruto juga sama dengan banyak cerita anime Jepang lain, dimana tokoh utamanya awalnya adalah orang biasa saja yang melalui proses panjang akhirnya bisa meraih cita-citanya. Menurutku cerita-cerita seperti ini lebih enak untuk diikuti, karena kita semua para pembaca pan penonton anime, umumnya adalah orang biasa, yang juga ingin meraih cita-cita. Cerita-cerita seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk mengembalikan semangat yang kendur.
Berbeda dengan cerita-cerita super hero superman dan spiderman, yang sudah memiliki bakat itu dari lahir atau tiba-tiba digigit serangga. menurutku, cerita superman dan batman hanya membuatku berpikir “Mereka hebat dan aku tidak”, so what? Mereka adalah tokoh yang diluar jangakauan, we can’t do anything about it, sudah takdirnya seperti itu.
Karena latar belakang Naruto itu sama seperti aku, bego, dia lebih terjangkau, dan lebih dekat di hati…
Naruto, apa yang akan kamu lakukan?
Dan apa yang akan kulakukan di kehidupanku ini? Aku adalah pemeran utama dalam kehidupanku, biarkan aku menentukan cerita hidupku…
